Dalam postingan blog ini, kami membahas cara membuat keputusan yang lebih baik tanpa terikat dengan biaya yang telah dibayarkan.
- Apakah biaya yang hangus benar-benar 'biaya'?
- Apa yang seharusnya menjadi standar untuk keputusan investasi?
- Realitas Biaya Hangus: Studi Kasus Hipotetis
- Variabel Tak Terduga dan Penilaian Baru
- ‘Uang yang sudah dikeluarkan’ bukanlah sebuah biaya
- Usulan Tambahan dan Opsi yang Dihitung Ulang dari Markas Besar
- Jangan terbebani oleh biaya yang telah dikeluarkan
- Memahami biaya hangus membuat hidup lebih ringan
- Kesimpulan
Apakah biaya yang hangus benar-benar 'biaya'?
Saat mengambil keputusan, kita sering memikirkan 'biaya yang telah dikeluarkan sejauh ini'. Kalimat seperti "Saya sudah berinvestasi sebanyak ini..." atau "Kita sudah sejauh ini, jadi mari kita jalani saja" mungkin pernah diucapkan semua orang setidaknya sekali. Namun, apakah penalaran seperti ini benar-benar keputusan yang tepat? Hari ini, kita akan membahas biaya hangus, sebuah konsep yang sangat penting dalam ilmu ekonomi. Memahami konsep ini dengan tepat akan membuat banyak pilihan, tidak hanya dalam berinvestasi tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, menjadi jauh lebih jelas.
Apa yang seharusnya menjadi standar untuk keputusan investasi?
Kita sering menanyakan pertanyaan ini pada diri sendiri.
“Apakah ini investasi yang hemat biaya?”
Apakah Anda mungkin menilai keberhasilan atau kegagalan dengan mengurangi biaya investasi awal dari keuntungan, berpikir 'positif berarti sukses, negatif berarti gagal'? Dengan kata lain, apakah Anda menilai keberhasilan investasi hanya dari 'untung atau rugi'?
Jika begitu, ada satu hal penting yang perlu dibahas.
'Biaya' dan 'imbal hasil' yang dibahas dalam investasi bukan sekadar angka yang terlihat. Tanpa menafsirkan makna di balik angka-angka tersebut dengan tepat, Anda kemungkinan besar akan membuat penilaian yang salah.
Realitas Biaya Hangus: Studi Kasus Hipotetis
Misalkan Anda memutuskan untuk membuka kedai kopi waralaba. Investasi awal berikut diperlukan:
Biaya waralaba: $20,000
Biaya desain interior: $50,000
Total: $ 70,000
Setelah operasi dimulai, pendapatan bulanan mencapai $10,000, tetapi biaya operasional berjumlah $6,000, menghasilkan laba bersih $4,000 per bulan.
Biaya waralaba dan biaya interior masing-masing memiliki masa manfaat sekitar 2 tahun. Jadi, selama 2 tahun, total laba bersih adalah $96,000 (4,000 x 24 bulan). Setelah dikurangi investasi awal, laba bersihnya menjadi $26,000. Kedengarannya cukup bagus, ya?
Variabel Tak Terduga dan Penilaian Baru
Namun, saat bersiap membuka kafe, sebuah kejadian tak terduga terjadi. Area yang Anda pilih telah ditetapkan untuk pembongkaran. Para penghuni mulai pindah, dan jumlah pengunjung diperkirakan akan menurun drastis.
Anda sudah membayar biaya waralaba, dan biaya tersebut tidak dapat dikembalikan. Setelah interior selesai, proyeksi pendapatan baru menunjukkan penjualan bulanan turun menjadi $6,000, dengan laba bersih turun menjadi $2,500.
Apa yang harus kamu lakukan sekarang?
Menghitung total laba bersih selama dua tahun menghasilkan $60,000 ($2,500 x 24). Dengan investasi awal sebesar $70,000, ini mengakibatkan kerugian sebesar $10,000. Kebanyakan orang akan bertanya, "Mengapa melanjutkan bisnis yang jelas-jelas akan merugi?"
Akan tetapi, penerapan konsep 'biaya hangus' mengubah ceritanya.
‘Uang yang sudah dikeluarkan’ bukanlah sebuah biaya
Biaya waralaba sebesar $20,000 dan biaya interior sebesar $50,000 telah dibayarkan dan tidak dapat dikembalikan. Dengan kata lain, uang ini merupakan biaya yang tidak dapat dikembalikan, yaitu "biaya hangus".
Dalam ilmu ekonomi, biaya hangus tersebut dikecualikan dari pengambilan keputusan di masa mendatang. Uang yang sudah hilang seharusnya tidak memengaruhi keputusan tentang masa depan.
Oleh karena itu, pertanyaan yang tepat untuk ditanyakan pada titik ini adalah:
“Berapa banyak uang tambahan yang dapat diperoleh berdasarkan pilihan di masa depan?”
“Apakah memilih opsi ini sekarang akan mengurangi kerugian, atau malah menambahnya?”
Menutup toko akan mengakibatkan kerugian yang pasti sebesar $70,000. Di sisi lain, membuka kembali toko, meskipun keuntungan menurun, memungkinkan Anda mendapatkan kembali $60,000. Artinya, kerugian berkurang menjadi $10,000. Oleh karena itu, tetap membuka toko adalah pilihan yang lebih baik.
Usulan Tambahan dan Opsi yang Dihitung Ulang dari Markas Besar
Di sini, kantor pusat mengajukan proposal baru. Karena alasan force majeure penetapan zona pembongkaran, mereka menawarkan dua opsi:
1. Buka toko baru di lokasi berbeda (tanpa biaya waralaba tambahan)
2. Mengundurkan diri dari pembukaan dan menerima kompensasi (pengembalian biaya waralaba penuh + kompensasi interior $10,000)
Menata ulang angka-angka:
Membuka lokasi baru: Dengan asumsi lalu lintas pelanggan serupa, keuntungan $26,000 selama 2 tahun
Memilih untuk menutup: Menerima pembayaran kompensasi satu kali sebesar $30,000
Sekilas, penutupan tampak lebih menguntungkan. Namun, perhitungan ini memiliki titik buta.
"Biaya waralaba yang digunakan untuk membuka toko baru adalah uang yang sudah dibayarkan". Dengan kata lain, uang tersebut tidak perlu dianggap sebagai biaya baru.
Oleh karena itu, pilihan baru harus dibandingkan seperti ini.
Biaya pembukaan toko baru: Renovasi interior ($50,000)
Pendapatan: $76,000 (laba bersih 2 tahun $26,000 + tidak termasuk biaya hangus yang ada)
Laba bersih: $26,000
Pada akhirnya, membuka toko baru menghasilkan keuntungan $16,000 lebih banyak daripada kompensasi penutupan. Pilihan mana yang akan Anda ambil?
Jangan terbebani oleh biaya yang telah dikeluarkan
Pada saat mengambil keputusan, jebakan yang paling sering kita hadapi adalah 'kekeliruan biaya hangus'.
Uang sudah dikeluarkan, waktu sudah berlalu, tenaga sudah dikeluarkan…
Mari pertimbangkan sebuah contoh.
Anda membayar $10 untuk memesan film yang Anda nanti-nantikan, tetapi setibanya di bioskop, Anda menyadari bahwa Anda memesan film yang salah. Tidak ada pengembalian uang. Pilihan apa yang akan Anda ambil?
Banyak orang berpikir, "Yah, aku sudah di sini," dan memaksakan diri menonton film yang tidak mereka minati. Namun, dua jam itu hilang selamanya. Waktu, kesempatan, bahkan kepuasan pun hilang. Uang itu sudah "habis"—biaya yang sudah terlanjur dikeluarkan.
Jadi, apa yang harus Anda lakukan dalam situasi ini? Jawabannya sederhana.
Lupakan uang yang telah hilang dan buatlah pilihan yang penting sekarang.
Memahami biaya hangus membuat hidup lebih ringan
Biaya hangus tidak hanya terjadi dalam investasi; biaya tersebut ada di mana-mana dalam kehidupan kita.
Hubungan, pernikahan, pekerjaan, bisnis, persahabatan…
Kita ragu-ragu, tidak mampu memutuskan hubungan atau mengakhiri hal-hal yang seharusnya kita akhiri, karena satu dan lain alasan.
“Saya sudah berinvestasi begitu banyak; terlalu menyakitkan untuk menyerah sekarang.”
Namun emosi itu, waktu itu, uang itu—tidak ada satu pun yang dapat diperoleh kembali.
Hanya dengan mengakui biaya yang telah dikeluarkan dan membuat keputusan yang mengabaikannya, Anda dapat benar-benar hidup secara rasional.
Pertimbangkan hanya biaya baru dan nilai yang dapat Anda peroleh dari pilihan yang ada di hadapan Anda sekarang.
Biaya yang hangus adalah milik masa lalu; biaya tersebut bukan standar untuk membentuk masa depan Anda.
Kesimpulan
Berpikir di luar biaya yang telah dikeluarkan melampaui teori ekonomi belaka; ini adalah kebijaksanaan hidup untuk keputusan yang lebih baik.
Jika Anda kesulitan menentukan pilihan, tanyakan pada diri Anda:
“Apakah yang menghalangi keputusan saya saat ini adalah biaya masa lalu, atau manfaat nyata dari masa depan?”
Sekarang, buatlah pilihan yang lebih baik.
Masa lalu telah berlalu, dan masa depan ada di tangan Anda.
Keputusan bijak Anda menciptakan nilai yang lebih besar.